Aku meneleponmu malam itu. Dari rumah beberapa jam setelah pertemuan pertama kita yang sangat tak direncanakan. Maksudnya, siapa sangka bertanya soal letak buku di perpustakaan akan membawa kita pada diskusi hangat di sebuah cafe? Hari yang sama?

Sampai di rumah, aku kembali sendiri. Menatap pintu sebelum memasukkan kunci mengingatkanku pada rutinitas sehari-hari. Sama, tak berubah, pasti.

Kemarin, kebiasaan yang selalu kujalani ini tak berarti apa-apa. Tapi malam itu, rasanya sangat menakutkan.

Begitu memasuki rumah perasaanku berubah. Kau adalah satu dari sekian milyar orang asing yang mungkin, akan berinteraksi denganku. Kupikir lebih baik begini—cukup satu yang mengambil langkah positif dari kemungkinan. Sebab satu saja, sudah terlalu banyak untuk kegelisahanku malam itu.

Tanpa melakukan kebiasaan yang lain seperti berganti pakaian begitu sampai, aku langsung duduk di sofa dan melamun. Aneh juga, tapi aku berpikir malam itu indah. Suaramu masih terdengar jelas di telingaku yang duduk sendirian di rumah. Terlebih ketika kau bercerita tentang tokoh-tokoh kemanusiaan yang kau baca di buku-buku. Inspiratif. Seperti antusiasme di wajahmu.

Malam itu aku gelisah. Sebab semua ini begitu baru, dan membekas. Setengah jam jika aku tak lupa, berusaha memutuskan apakah akan kutelpon kau malam itu juga. Biasanya, tanpa pikir panjang kupegang teguh prinsip sombongku. Sebab aku ingin selalu terlihat mahal dan tenang. Tapi kau? Ah, kutelpon sajalah.

Pikiranku malam itu diramaikan dua pilihan: mengambil kesempatan dari satu kemungkinan dalam hidup ini, atau meninggalkannya dan tetap sama seperti biasanya. Momen perubahan memang selalu menegangkan, kan? Menakutkan.

Mengetik nomermu, itulah kemungkinan terbaru dalam hidupku saat itu. Sebab siapa yang tahu apa yang akan waktu hadirkan pada kita. Akankah aku terlena? Oh, tapi akhirnya baru kusadari. Ya, aku terlena sejak awal. Dan sejak itu, aku tak pernah tahu bahwa apa yang sudah kulalui bersamamu, akan terjadi seperti itu.

Baru. Kau adalah perubahan dalam hidupku. Menjadi aku yang baru. Yang selalu tertarik untuk menghadapi segala hal yang mungkin terjadi. Ini adalah dunia kehidupan yang tak pernah kehabisan pilihan. Tapi sejak malam itu, kau selalu menjadi pilihanku.

Jumat, 20 Januari 2017

Advertisements