Apa yang kita tahu soal cinta selain pengorbanan dan kelemahan?

Jatuh cinta menjadi sebuah kebodohan yang perlahan disadari korbannya. Setidaknya itulah yang kita dapatkan dari beragam pengalaman yang terdengar dan terlihat.

“Dalam cinta terdapat hasrat, sedangkan persahabatan hanya mengenal kedamaian”

Cinta jadi begitu melelahkan dengan beragam kesalahan yang dilakukannya dalam memilih pasangan. Hubungan antara lelaki dan perempuan tak bisa hanya sebatas menjadi teman, begitu katanya. Namun akhirnya, kita mengalah pada rasa lelah. Dan dunia perlahan berjalan menuju hubungan tanpa status.

Hasrat agung cinta tertinggal dalam kisah-kisah yang diperjual belikan. Kita memasung cinta pada singgasananya yang agung—memang tetap agung. Namun tak memberinya kesempatan turun ke bumi dan membasahi kita semua dengan air mata gairah yang suci. Keagungan yang palsu dalam bingkai rumah produksi dan percetakan. Kisah imajinatif yang dipuja habis-habisan.

Putus nyambung anak SMA adalah sebuah berita tentang plagiat cinta. Kisah nyata yang penuh harap, terinspirasi fatamorgana imajinasi tentang cinta yang beromset jutaan dolar.

Lagu cinta yang kita bajak dari internet didendangkan. Menikmati setiap petikan musik dan kata dalam kalimat tanpa kekasih tempat kita memaknai semuanya. Rasa, hasrat dalam hati itu menjadi kosong dan gagal mendorong.

“Jangan cintai lalu nikahi, tapi cintai orang yang kau nikahi”

Pada titik ini penting rasanya bertanya pada akal sebuah saran. Menjadikannya pengawal hati yang rapuh dan sensitif.

Penilaian akal dapat menembus waktu dan menjadi hakim. Sedangkan kebutaan hati membuatnya menjadi eksekutor yang tak kenal banding.

Jika mereka berdua sudah menari dalam keserasian, Sang Cinta tak perlu lagi singgasana agung dalam pikiran. Ia akan menari bersama kita yang tak terdistraksi hayalan. Dengan jabatannya dalam kehidupan, ia akan berkompromi dengan waktu dan menyuap kita dengan keabadian.

Mengapa begitu penting bicara soal cinta?

Aku harus bilang apa? Sebab tak ada yang hidup di dunia ini tanpa cinta. Bahkan kelahiran kita.

Wahai Hati, ini sungguh sangat sulit

Kamis, 2 Februari 2017

Advertisements