Tidak ada satupun dari kita yang memilih untuk hidup. Seandainya memilih, apakah kita akan tetap memilih hidup?

Selain itu, perkara rahim sampai nama semua bukan pilihan kita. Bahkan sampai umur satu atau dua tahun pakaian tidak kita pilih sendiri. Hanya Musa yang memilih sendiri asinya meski baru lahir.

Lambat laun kita mendewasa.

Sekolah pun dibangun demi mengisi hewan-hewan ini agar menunjukkan kemanusiaannya. Continue reading “Kok nuduh Takdir?”